Jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama La Ata bersama rekannya saat melakukan pencarian di sekitar perairan Pulau Tengah. Sekitar pukul 08.30 WIT, La Ata melihat sebuah benda terapung di permukaan laut di depan Pulau Tengah, Desa Buambono, Kecamatan Taliabu Utara.
Karena merasa curiga, keduanya mendekati benda tersebut. Setelah diperiksa, benda yang terlihat mengapung dalam posisi tengkurap itu dipastikan merupakan jenazah korban yang sebelumnya dilaporkan hilang.
La Ata kemudian meminta bantuan nelayan lain yang berada di Pulau Kabihu. Secara bersama-sama, mereka mengevakuasi jenazah menggunakan perahu fiber milik nelayan menuju Desa Tanjung Una.
Setibanya di Pantai Desa Tanjung Una sekitar pukul 10.00 WIT, proses evakuasi dilanjutkan oleh Tim SAR bersama Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Una Brigpol Rahman Rajak, personel medis, Kepala Wilker Pelabuhan Jorjoga, serta warga setempat. Sekitar pukul 10.30 WIT, jenazah kemudian dibawa ke Masjid Desa Tanjung Una untuk dimandikan sebelum penanganan lebih lanjut.
Selain membantu proses evakuasi, Brigpol Rahman Rajak juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama proses penanganan korban berlangsung.
"Selama proses evakuasi berlangsung, situasi dilaporkan berjalan aman dan lancar. Hingga kini, identitas korban serta penyebab kematiannya belum dijelaskan dalam laporan tersebut," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat bersama instansi terkait masih menangani penemuan jenazah tersebut. Sementara itu, identitas korban maupun penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. (Id/Red)
