Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Edukasi Skincare di SMA IT Nurul Hasan, FKIK Unkhair Dorong Pelajar Jadi Konsumen Cerdas

Kamis | Agustus 13, 2026 WIB Last Updated 2026-08-14T04:11:31Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - Tren penggunaan skincare di kalangan remaja semakin berkembang, terutama dipengaruhi media sosial dan rekomendasi dari lingkungan pertemanan. Namun, pemilihan produk yang tidak sesuai usia maupun jenis kulit dapat menimbulkan persoalan kesehatan kulit.

Kondisi tersebut mendorong Tim Pengabdian Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Khairun memberikan edukasi mengenai penggunaan skincare yang aman kepada pelajar SMA IT Nurul Hasan, Kelurahan Fitu, Kota Ternate.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 22 Juli 2026 tersebut diikuti 46 siswa kelas XI dan XII. Edukasi mengangkat tema “Pemilihan dan Penggunaan Skincare yang Aman Sesuai Usia pada Siswa SMA IT Nurul Hasan” sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan.

Program tersebut dilaksanakan oleh tim yang dipimpin Lola Tulak Rerung, M.Farm., bersama apt. Marhamah, S.Farm., M.Farm., Muh Danial Fajri, M.Farm., M.Si., apt. Herri Yulimanida, S.Farm., M.Farm.Klin., dan Asriyani Abdullah, S.Si., M.Biomed. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa dari Program Studi S1 Farmasi, S1 Kedokteran, dan S1 Psikologi Universitas Khairun.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA IT Nurul Hasan, Siti Qamariah Rumaru, S.T., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai remaja perlu memiliki kemampuan menyaring informasi karena keputusan mereka dalam memilih produk kesehatan dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

“Remaja sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan. Karena itu, kita harus membekali diri dengan literasi yang baik,” ujarnya.

Pada awal kegiatan, Ketua Tim Pengabdian Lola Tulak Rerung, M.Farm., menyerahkan plakat kepada pihak SMA IT Nurul Hasan sebagai bentuk apresiasi sekaligus simbol kerja sama dalam mendukung edukasi kesehatan bagi pelajar.

Dalam sesi edukasi, para siswa diajak memahami bahwa penggunaan skincare tidak cukup hanya mengikuti tren. Produk yang digunakan perlu disesuaikan dengan usia, kondisi dan jenis kulit, serta kebutuhan masing-masing individu.

Materi juga mencakup cara memeriksa legalitas produk melalui izin edar BPOM, membaca informasi pada kemasan, mengenali kandungan aktif, serta memahami tahapan dasar perawatan kulit. Para siswa diperkenalkan pada kebiasaan sederhana seperti membersihkan wajah, menggunakan pelembap, dan memakai tabir surya.

Lola mengingatkan para pelajar agar tidak menjadikan popularitas suatu produk di media sosial sebagai satu-satunya pertimbangan sebelum menggunakannya.

“Remaja perlu menjadi konsumen yang cerdas. Jangan hanya mengikuti tren, tetapi pastikan produk aman dan sesuai usia serta jenis kulit,” ujar ibu satu anak tersebut.

Edukasi tersebut mendapat respons positif dari peserta. Sejumlah siswa mengaku sebelumnya masih kerap menentukan pilihan skincare berdasarkan rekomendasi teman atau produk yang sedang populer di media sosial.

Setelah mengikuti kegiatan, mereka memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya memperhatikan keamanan, kandungan, dan legalitas produk sebelum membeli atau menggunakannya.

Sesi diskusi berlangsung secara interaktif. Para siswa diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan terkait perawatan kulit yang tepat pada usia remaja. Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian doorprize kepada peserta yang aktif berpartisipasi dalam diskusi.

Melalui kegiatan tersebut, Tim Pengabdian FKIK Universitas Khairun berharap siswa SMA IT Nurul Hasan tidak sekadar mengikuti perkembangan tren skincare, tetapi mampu mengambil keputusan berdasarkan informasi kesehatan yang benar.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan perawatan kulit yang aman, sehat, dan bertanggung jawab sejak usia remaja.(Id/Red)
×
Berita Terbaru Update