Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

ABPEDNAS Malut Minta Pemerintah Beri Ruang Desa Kembangkan Koperasi Sesuai Keunggulan

Rabu | Agustus 05, 2026 WIB Last Updated 2026-08-05T14:58:54Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPD ABPEDNAS) Provinsi Maluku Utara mendorong pengembangan Koperasi Desa Merah Putih dilakukan dengan menyesuaikan potensi dan karakteristik masing-masing desa. Pendekatan yang diseragamkan dinilai kurang efektif karena setiap desa memiliki kondisi sosial, geografis, dan sumber daya yang berbeda.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua DPD ABPEDNAS Maluku Utara, Muhammad Assyura Oemar, saat menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa Merah Putih yang berlangsung di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate, Rabu (5/8/2026). Seminar itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Wakil Menteri Dalam Negeri, serta kalangan akademisi.

Menurut Assyura, keberhasilan program Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh tata kelola yang baik, tetapi juga oleh kemampuan koperasi dalam mengembangkan usaha yang sesuai dengan potensi unggulan di setiap desa.

"Semangat dan tata kelola Koperasi Desa Merah Putih tentu harus sama sebagai kebijakan nasional. Namun, model usaha dan pengembangannya jangan diseragamkan. Desa harus diberikan ruang untuk mengembangkan koperasi sesuai dengan potensi unggulan yang dimiliki," ujarnya.

Ia menjelaskan, desa-desa pesisir memiliki peluang besar mengembangkan koperasi berbasis sektor perikanan dan hasil kelautan. Sementara itu, desa yang mengandalkan sektor pertanian dapat memperkuat usaha pada komoditas pangan maupun hortikultura. Adapun desa dengan potensi wisata dinilai lebih tepat mengembangkan usaha di bidang jasa dan ekonomi kreatif.

Lebih lanjut, Assyura menyoroti kondisi geografis Maluku Utara sebagai daerah kepulauan yang memiliki tantangan tersendiri dalam pengembangan ekonomi desa. Tingginya biaya transportasi dan distribusi antarpulau, menurutnya, menjadi faktor yang memengaruhi daya saing produk-produk desa.

"Daerah kepulauan membutuhkan pendekatan yang berbeda. Biaya distribusi yang tinggi memengaruhi daya saing produk desa. Karena itu, kebijakan implementasi Koperasi Desa Merah Putih harus adaptif terhadap kondisi wilayah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," katanya.

Selain menyesuaikan model usaha dengan potensi daerah, ia juga mengingatkan pentingnya membangun koperasi sebagai lembaga ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi target pembentukan.

"Jangan sampai koperasi hanya ramai pada saat pembentukan, tetapi kehilangan arah setelah itu. Yang kita bangun adalah institusi ekonomi desa yang sehat, profesional, dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkuat ketahanan ekonomi desa," ucapnya.

Assyura menegaskan, DPD ABPEDNAS Maluku Utara siap bersinergi dengan pemerintah, pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta seluruh pemangku kepentingan untuk mengawal implementasi Program Koperasi Desa Merah Putih. Melalui kolaborasi tersebut, koperasi diharapkan benar-benar tumbuh dari potensi lokal, mampu memperkuat perekonomian desa, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Id/Red)

×
Berita Terbaru Update