Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Penguatan UMKM melalui Adaptasi Wirausaha Berbasis Online di Kota Ternate

Selasa | September 23, 2025 WIB Last Updated 2026-07-08T08:04:09Z
iklan
Oleh: Rosita S.Pd.,M.i Dosen Fakultas Pertanian Jurusan Kehutanan

USAHA Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah. Di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, UMKM berkembang pada berbagai bidang usaha seperti pengolahan hasil perikanan, kuliner khas, rempah-rempah, kerajinan tangan, perdagangan, jasa, serta industri rumah tangga. Keberadaan UMKM tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekonomi lokal yang berbasis pada potensi sumber daya alam dan budaya daerah.

Kota Ternate dikenal sebagai Kota Rempah yang memiliki sejarah panjang dalam perdagangan dunia. Potensi ekonomi tersebut memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan produk-produk unggulan yang memiliki nilai jual tinggi, seperti olahan pala, cengkeh, ikan asap, abon ikan tuna, sambal roa, minyak kelapa murni, kue tradisional, hingga berbagai produk kreatif yang mencerminkan identitas budaya masyarakat Ternate. Namun demikian, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pengembangan usaha.

Sebagian besar UMKM di Kota Ternate masih menjalankan aktivitas usaha secara konvensional. Penjualan produk masih bergantung pada konsumen yang datang langsung ke tempat usaha atau melalui jaringan pelanggan yang terbatas. Sistem promosi dari mulut ke mulut masih menjadi strategi utama dalam memperkenalkan produk. Kondisi tersebut menyebabkan jangkauan pemasaran menjadi relatif sempit sehingga peluang untuk meningkatkan omzet dan memperluas pasar belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi telah mengubah perilaku masyarakat dalam melakukan transaksi ekonomi. Konsumen kini lebih banyak mencari informasi produk melalui media sosial, marketplace, maupun platform digital lainnya sebelum melakukan pembelian. Digitalisasi telah menjadi bagian penting dalam aktivitas perdagangan modern karena mampu menghubungkan penjual dan pembeli tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Oleh sebab itu, kemampuan pelaku UMKM dalam beradaptasi dengan sistem wirausaha berbasis online menjadi kebutuhan yang mendesak agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif.

Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan kegiatan yang berjudul "Penguatan UMKM melalui Adaptasi Wirausaha Berbasis Online di Kota Ternate." Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media pemasaran, komunikasi bisnis, pengelolaan usaha, serta perluasan jaringan pasar. Selain meningkatkan kompetensi teknis, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun pola pikir kewirausahaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Tahap awal kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara dengan sejumlah pelaku UMKM yang tersebar di beberapa kelurahan di Kota Ternate. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi kondisi usaha, kendala yang dihadapi, serta tingkat pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas bisnis. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha telah memiliki telepon pintar dan akses internet, namun pemanfaatannya masih didominasi untuk komunikasi pribadi. Media sosial belum dimanfaatkan secara optimal sebagai media promosi, sementara penggunaan marketplace masih sangat terbatas. Beberapa pelaku usaha juga mengalami kesulitan dalam membuat konten promosi, mengelola transaksi digital, serta membangun citra produk yang menarik bagi konsumen.

Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, tim pengabdian menyusun program pelatihan yang bersifat aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta. Materi pertama difokuskan pada penguatan wawasan kewirausahaan di era digital. Peserta diberikan pemahaman mengenai perubahan pola konsumsi masyarakat, perkembangan ekonomi digital di Indonesia, serta peluang yang dapat dimanfaatkan melalui pemasaran berbasis internet. Materi ini bertujuan membangun kesadaran bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi setiap pelaku usaha.

Selanjutnya, peserta memperoleh pelatihan mengenai strategi pemasaran digital menggunakan berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business. Tim pengabdian menjelaskan bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan sebagai etalase digital yang mampu memperkenalkan produk kepada calon konsumen dari berbagai daerah. Peserta didampingi dalam membuat akun bisnis, menyusun profil usaha yang menarik, mengunggah katalog produk, menambahkan informasi kontak, hingga memanfaatkan fitur-fitur promosi yang tersedia secara gratis.

Materi berikutnya membahas teknik pembuatan konten digital yang menarik. Peserta diajarkan cara mengambil foto produk menggunakan telepon genggam dengan pencahayaan alami, memilih sudut pengambilan gambar yang tepat, menyusun latar belakang sederhana, serta melakukan penyuntingan menggunakan aplikasi yang mudah dioperasikan. Selain foto, peserta juga diperkenalkan pada pembuatan video promosi berdurasi singkat yang sesuai dengan karakteristik media sosial saat ini. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik produk sekaligus memperkuat identitas merek UMKM Kota Ternate.

Sebagai kota yang memiliki banyak produk unggulan berbasis rempah dan hasil laut, pelaku UMKM juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun branding produk lokal. Produk yang berkualitas akan memiliki nilai tambah apabila didukung dengan kemasan yang menarik, logo yang mudah dikenali, serta cerita mengenai asal-usul produk. Misalnya, produk olahan pala, sambal roa, atau minyak kelapa murni dapat dipromosikan dengan mengangkat identitas Ternate sebagai Kota Rempah yang memiliki sejarah perdagangan internasional sejak berabad-abad lalu. Pendekatan tersebut mampu meningkatkan daya tarik produk sekaligus memberikan pengalaman emosional kepada konsumen.

Selain pemasaran melalui media sosial, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan marketplace nasional sebagai sarana memperluas jaringan pemasaran. Tim pengabdian memberikan pendampingan mulai dari proses pendaftaran toko, pengunggahan produk, penyusunan deskripsi yang informatif, pengaturan ongkos kirim, hingga pengelolaan transaksi secara digital. Pelaku UMKM didorong untuk memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia sehingga produk lokal Ternate dapat dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Kegiatan pengabdian juga memberikan pelatihan mengenai pengelolaan keuangan usaha berbasis digital. Banyak pelaku UMKM yang belum memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha sehingga mengalami kesulitan dalam menghitung keuntungan maupun perkembangan usahanya. Oleh karena itu, peserta diajarkan cara melakukan pencatatan transaksi harian, menghitung laba usaha, mengelola arus kas, serta menggunakan aplikasi pembukuan sederhana yang dapat diakses melalui telepon pintar.

Aspek pelayanan pelanggan turut menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memberikan respons yang cepat terhadap pertanyaan konsumen, menjaga kualitas pelayanan, mengelola keluhan pelanggan, serta membangun hubungan jangka panjang melalui komunikasi yang baik. Dalam bisnis online, kepercayaan konsumen menjadi modal utama yang akan menentukan keberlangsungan usaha. Oleh karena itu, pelayanan yang profesional menjadi salah satu faktor keberhasilan pemasaran digital.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Banyak peserta mengaku baru memahami bahwa pemasaran digital dapat dilakukan tanpa memerlukan biaya yang besar. Mereka juga mulai menyadari bahwa telepon pintar yang selama ini hanya digunakan untuk berkomunikasi ternyata dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pendapatan usaha. Suasana pelatihan berlangsung interaktif karena peserta aktif bertanya mengenai berbagai kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha sehari-hari.

Pendampingan yang dilakukan setelah pelatihan menjadi salah satu keunggulan program pengabdian ini. Tim tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mendampingi peserta dalam menerapkan seluruh pengetahuan yang diperoleh. Setiap peserta dibimbing hingga mampu membuat akun media sosial bisnis, mengunggah produk secara mandiri, membuat konten promosi sederhana, serta mulai memasarkan produknya melalui platform digital. Pendekatan ini memberikan rasa percaya diri kepada pelaku UMKM untuk terus mengembangkan usahanya secara mandiri.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam memanfaatkan teknologi digital. Sebagian besar peserta telah memiliki akun bisnis pada media sosial dan marketplace, mulai melakukan promosi secara rutin, serta memperoleh peningkatan jumlah pelanggan dibandingkan sebelum mengikuti pelatihan. Beberapa pelaku usaha bahkan mulai menerima pesanan dari luar Kota Ternate, yang sebelumnya sulit dicapai melalui sistem pemasaran konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa adaptasi terhadap kewirausahaan berbasis online mampu memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

Selain memberikan dampak ekonomi, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya budaya inovasi di kalangan pelaku UMKM. Peserta mulai berani melakukan pembaruan pada kemasan produk, memperbaiki kualitas foto promosi, serta menyusun strategi pemasaran yang lebih terencana. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir menuju usaha yang lebih modern, kreatif, dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.

Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, perangkat kelurahan, komunitas UMKM, perguruan tinggi, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan digital di Kota Ternate. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat sehingga transformasi digital UMKM dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, diperlukan program pendampingan secara berkala agar kemampuan digital yang telah dimiliki peserta terus berkembang. Pelatihan lanjutan dapat diarahkan pada penggunaan iklan digital, optimasi mesin pencari (SEO), analisis perilaku konsumen, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam pemasaran, pengembangan toko daring berbasis website, hingga strategi ekspor produk unggulan Ternate melalui platform perdagangan internasional. Dengan langkah tersebut, UMKM di Kota Ternate diharapkan mampu menjadi pelaku ekonomi yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa penguatan UMKM melalui adaptasi wirausaha berbasis online merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha di Kota Ternate. Melalui peningkatan literasi digital, penguasaan teknologi pemasaran, penguatan manajemen usaha, serta pendampingan yang berkelanjutan, pelaku UMKM mampu memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga maupun daerah. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Maluku Utara sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi digital UMKM menuju ekonomi daerah yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif.(*)
×
Berita Terbaru Update