Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Sherly Tjoanda Dorong Modernisasi Perikanan, Nelayan Maluku Utara Dapat Dukungan Mesin dan Akses KUR

Jumat | Juni 12, 2026 WIB Last Updated 2026-06-12T12:30:37Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu tulang punggung ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPD HNSI sejumlah daerah, di Lapangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPP HNSI Herman Herry beserta jajaran pengurus pusat, unsur Forkopimda Maluku Utara, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, akademisi, hingga ribuan pelaku usaha perikanan dari berbagai daerah di Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Gubernur Sherly mengungkapkan bahwa potensi sektor perikanan Maluku Utara yang diperkirakan mencapai Rp10 triliun per tahun selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, keterbatasan modal serta minimnya modernisasi sarana tangkap menjadi tantangan utama yang dihadapi nelayan.

Sebagai upaya mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir, Pemprov Maluku Utara memperluas Program Kampung Nelayan Merah Putih. Jika pada tahun sebelumnya program tersebut hanya menyentuh enam lokasi, pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 30 titik intervensi.

"Tidak ada gunanya potensi kekayaan laut yang begitu besar jika nelayan Maluku Utara tidak memiliki alat tangkap yang memadai. Oleh karena itu, melalui APBD Induk 2026, kami menyiapkan 450 unit mesin tempel berkapasitas 15 dan 20 PK untuk dibagikan langsung kepada para nelayan," tegas Gubernur Sherly di hadapan ratusan nelayan dan tamu undangan yang hadir.

Selain bantuan mesin tempel, pemerintah daerah juga menerapkan pola pembiayaan baru yang melibatkan perbankan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Jika pada 2025 bantuan diberikan dalam bentuk kapal utuh kepada 220 nelayan, tahun ini Pemprov Malut memfokuskan anggaran untuk pengadaan mesin, sementara pembangunan kapal didukung melalui pembiayaan KUR dari bank-bank Himbara.

Sejak sosialisasi yang dilakukan pada Maret 2026, sebanyak 700 nelayan telah terdata mengikuti program tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 300 nelayan telah memperoleh pencairan KUR dan kapal yang dipesan telah selesai dibangun.

Pada momentum HUT HNSI ke-53, Gubernur Sherly bersama Ketua Umum HNSI menyerahkan secara simbolis bantuan mesin tempel kepada 10 nelayan perwakilan dari Maluku Utara.

"Target kami, melalui instrumen APBD Perubahan dan optimalisasi penyaluran dana kontribusi sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility /CSR), setiap tahun kita bisa mengintervensi bantuan mesin kapal hingga menjangkau 1.000 nelayan," tambahnya optimis.

Pemprov Maluku Utara juga berupaya mengatasi persoalan distribusi bahan bakar bagi nelayan. Dalam pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah akan menghadirkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di setiap lokasi program.

Selain itu, pemerintah juga mendorong hadirnya mitra penyerap hasil tangkapan yang akan menyediakan fasilitas pendukung berupa cold storage berkapasitas 10 ton dan pabrik es berkapasitas tiga ton. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus menstabilkan harga ikan di tingkat nelayan.

Dari sisi infrastruktur, Gubernur Sherly telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memperbaiki akses jalan menuju kawasan kampung nelayan. Peningkatan konektivitas ini dinilai penting untuk memperlancar distribusi hasil perikanan ke pasar.

Perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada aspek ekonomi, tetapi juga keselamatan para nelayan. Pemprov Maluku Utara memberikan fasilitasi pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan secara gratis pada tahun pertama kepesertaan, dengan harapan para nelayan dapat melanjutkan kepesertaan secara mandiri pada tahun berikutnya.

Sebelum acara puncak berlangsung, rangkaian peringatan HUT HNSI diawali dengan Gerakan Nasional Bersih Laut yang melibatkan komunitas lingkungan Pandawara Group di kawasan pesisir Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate. Pada kesempatan tersebut, Pandawara Group menyerahkan buku komik bertajuk "Pandawara Comicbook: Petualangan Melawan Sampah" kepada Gubernur Sherly sebagai simbol kolaborasi dalam menjaga kelestarian laut.

Ketua Umum DPP HNSI, Herman Herry, menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap masyarakat nelayan. Menurutnya, berbagai program yang dijalankan menunjukkan keberpihakan nyata terhadap nelayan tradisional.

Sejalan dengan tema HUT HNSI ke-53, "HNSI Jaga Laut untuk Ekonomi Biru", Herman menegaskan bahwa seluruh jajaran HNSI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sektor maritim di Maluku Utara.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal DPP HNSI Lydia Assegaf membacakan surat keputusan sekaligus melantik para Ketua DPD HNSI masa bakti 2025-2031 dari sejumlah daerah, yakni Sumatera Utara yang dipimpin Zulfahri Siagian, Papua Selatan oleh Pascalis Imadawa, Papua oleh Adam Arisoi, serta Jawa Barat yang diketuai Iwan Mustofa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Maluku Utara, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Kepala Zona Bakamla Timur Laksma TNI I Putu Darjatna, perwakilan KKP RI Mahrus, para rektor perguruan tinggi di Maluku Utara, serta ribuan pelaku usaha perikanan dari seluruh wilayah Maluku Utara.

Melalui berbagai program yang disiapkan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap potensi kelautan yang melimpah dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat pesisir, sekaligus menjadikan sektor perikanan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.(Red)
×
Berita Terbaru Update