![]() |
TERNATE, DETIKMALUT.com - Kebakaran terjadi di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku Utara, Rabu (10/6/2026) siang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.45 WIT itu menghanguskan sebagian ruangan di lantai dua gedung dan menyebabkan kerugian material yang masih dalam proses pendataan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik di lantai dua kantor tersebut. Api pertama kali terlihat pada bagian atap di area Ruang Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2).
Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merambat ke bagian bangunan di sekitarnya. Tak lama kemudian, api juga terlihat membakar Ruang Sekretaris Dinas Kesehatan yang lokasinya berdekatan dengan titik awal kebakaran.
Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Maluku Utara, Riskal Muslim, mengatakan seluruh pegawai yang berada di dalam gedung langsung menyelamatkan diri begitu mengetahui adanya kebakaran.
“Beberapa pegawai berupaya masuk ke dalam ruangan guna mengamankan dokumen penting, perangkat komputer, arsip, serta barang inventaris yang masih memungkinkan untuk diselamatkan tanpa membahayakan keselamatan jiwa,” jelas Riskal.
Sekitar tujuh menit setelah laporan diterima, petugas Pemadam Kebakaran Provinsi Maluku Utara tiba di lokasi dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam beserta personel. Mereka segera melakukan pemadaman pada titik api untuk mencegah kebakaran meluas ke ruangan lainnya.
Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran yang dibantu aparat keamanan dan pegawai di lokasi, api berhasil dikendalikan sekitar 15 menit setelah proses pemadaman dimulai. Setelah kobaran api padam, petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Akibat insiden tersebut, sejumlah ruangan mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda. Ruang Sekretaris Dinas Kesehatan menjadi area yang mengalami dampak paling parah karena sebagian besar fasilitas dan peralatan di dalamnya terdampak kebakaran.
Selain itu, sebagian Ruang Bidang P2 juga mengalami kerusakan pada bagian atap, plafon, instalasi listrik, serta sejumlah perangkat kerja.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, peristiwa ini menyebabkan kerugian material berupa kerusakan bangunan, peralatan kantor, hingga dokumen dan arsip yang dilalap api.
Hingga kini, pihak terkait masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Sementara itu, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan guna memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.(Id)

