![]() |
TERNATE, DETIKMALUT.com - Pemerintah Provinsi Maluku Utara memperkuat komitmen peningkatan budaya baca dengan mengukuhkan Bunda Literasi Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Maluku Utara. Pengukuhan yang berlangsung di Ballroom Bela Hotel Ternate, Senin (11/5/2026), diharapkan menjadi pijakan baru dalam membangun ekosistem literasi yang lebih merata di wilayah kepulauan.
Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I., secara resmi mengukuhkan Bunda Literasi Provinsi Maluku Utara, Ny. Rusni Sarbin, S.Ag. Setelah prosesi tersebut, Rusni melanjutkan pengukuhan terhadap Bunda Literasi kabupaten/kota se-Maluku Utara sebagai bagian dari penguatan gerakan literasi secara berjenjang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan surat keputusan, dilanjutkan pembacaan naskah pengukuhan dan penyematan selempang kepada Bunda Literasi Provinsi oleh Wakil Gubernur. Prosesi kemudian diteruskan dengan penandatanganan berita acara pengukuhan. Selanjutnya, Bunda Literasi Provinsi melakukan penyematan selempang sekaligus pengukuhan kepada Bunda Literasi kabupaten/kota sebelum penandatanganan berita acara.
Dalam agenda tersebut, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D., turut menyerahkan bantuan buku secara simbolis kepada Wakil Gubernur Maluku Utara sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan budaya literasi di daerah.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Perpusnas RI, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara, Mulyadi Tutupoho beserta jajaran, serta para Ketua dan Pengurus TP-PKK kabupaten/kota se-Maluku Utara.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyoroti rendahnya tingkat minat baca di Maluku Utara yang masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada periode 2024–2025, posisi indeks literasi Maluku Utara berada di urutan ke-32 dari 38 provinsi di Indonesia. Meski demikian, ia menyebut adanya perkembangan positif pada 2026 berkat keterlibatan berbagai pihak.
“Keterbatasan akses buku fisik di wilayah kepulauan dan rendahnya literasi digital masih menjadi hambatan serius. Karena itu, kehadiran Bunda Literasi hari ini sangat penting sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem literasi,” tegas Wagub.
Sebagai upaya konkret, Sarbin berharap Bunda Literasi mampu menjadi penggerak berbagai program yang menyentuh langsung masyarakat. Program tersebut antara lain pengembangan taman baca masyarakat di tingkat desa dan kelurahan, penguatan perpustakaan digital agar akses bacaan lebih mudah dijangkau masyarakat kepulauan, gerakan membaca keluarga selama 15 menit di rumah, hingga peningkatan literasi media sosial agar masyarakat lebih bijak memilah informasi.
Wagub juga menggarisbawahi tantangan geografis Maluku Utara sebagai provinsi kepulauan dengan sekitar 75 persen wilayah berupa laut. Dari 10 kabupaten/kota yang ada, hanya empat wilayah yang dapat diakses melalui jalur darat, yakni Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Timur, dan Halmahera Tengah. Kondisi ini, menurutnya, menjadi alasan penting bagi pemerintah daerah bersama sembilan provinsi kepulauan lainnya untuk terus mendorong pengesahan RUU Provinsi Kepulauan di DPR RI.
Sementara itu, Kepala Perpusnas RI menekankan pentingnya membangun budaya membaca sebagai fondasi perubahan bangsa. Menurutnya, penguatan pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur perpustakaan, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga.
“Tidak cukup hanya gedung perpustakaan. Kita butuh ibu-ibu menggerakkan semangat membaca dari rumah,” tegasnya.
Usai prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Kepala Perpusnas RI mengenai strategi dan kiat penguatan budaya literasi, sebagai bekal bagi para Bunda Literasi dalam menjalankan peran mereka di daerah masing-masing.(Red)


