Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Bangun Semangat Ibadah Sejak Dini, SD Islam Sahabat Cendikia Ternate Gelar Beragam Program Ramadhan

Minggu | Maret 15, 2026 WIB Last Updated 2026-03-15T08:55:17Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, SD Islam Sahabat Cendikia Kota Ternate menggelar berbagai kegiatan bernuansa religius yang melibatkan seluruh siswa dan guru. Rangkaian program tersebut dirancang tidak hanya untuk menyemarakkan datangnya Ramadan, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat beribadah, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.

Kegiatan ini merupakan program rutin sekolah setiap menjelang Ramadan. Namun setiap tahunnya selalu dilakukan pengembangan agar lebih menarik dan memberikan dampak yang lebih baik bagi para siswa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai ta’aruf yang diikuti oleh siswa dan guru. Dalam kegiatan tersebut para siswa berjalan bersama menyusuri jalan sambil membawa berbagai tulisan dan pesan ajakan menyambut bulan suci Ramadan.

Suasana pawai berlangsung meriah karena antusiasme para siswa yang begitu tinggi. Kehadiran mereka juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang berada di sepanjang rute yang dilalui.

Setelah pawai, kegiatan dilanjutkan dengan program “Cendikia Berbagi”, yaitu penyaluran paket sembako yang merupakan hasil urunan siswa di setiap kelas. Paket bantuan tersebut kemudian dikemas dan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.

Setiap paket sembako berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, teh celup satu dus, tepung terigu 1 kilogram, serta minyak goreng 1 kilogram.

Dari kegiatan tersebut, pihak sekolah berhasil menyiapkan 30 paket sembako yang kemudian diberikan kepada siswa yatim, siswa dari keluarga kurang mampu, serta keluarga besar SD Islam Sahabat Cendikia.

Memasuki pertengahan Ramadan, sekolah juga mengadakan Pesantren Ramadan yang berlangsung selama tiga hari, tepatnya pada 26–28 Maret atau bertepatan dengan 8–10 Ramadan 1447 H.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti berbagai aktivitas keagamaan yang dipandu langsung oleh para guru. Kegiatan dimulai dari salat dhuha berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan salat dzuhur hingga salat magrib berjamaah.

Menariknya, imam salat dalam kegiatan tersebut berasal dari para siswa sendiri yang telah dipersiapkan sebelumnya dengan bacaan Al-Qur’an yang sesuai kaidah tajwid.

Materi yang diberikan dalam pesantren Ramadan juga dirancang agar mudah dipahami oleh siswa. Mereka diajak memahami makna puasa, ketentuan-ketentuannya, hingga mengenal keistimewaan malam Lailatul Qadar.

Dalam salah satu sesi, para siswa diminta menuliskan doa untuk diri mereka sendiri dan untuk kedua orang tua yang nantinya akan dipanjatkan pada malam-malam ibadah.

Suasana menjadi sangat mengharukan ketika para siswa menuliskan harapan mereka. “Rata-rata anak mendoakan agar orang tua bisa naik haji dan masuk surga...”

Selain itu, kegiatan tahsin dan tahfidz Al-Qur’an juga menjadi fokus utama selama pesantren Ramadan. Selama tiga hari tersebut para siswa lebih banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an melalui kegiatan membaca, memperbaiki bacaan, serta menghafal ayat.

Menjelang berbuka puasa, kegiatan ditutup dengan menonton film kisah-kisah Islami yang kemudian dilanjutkan dengan zikir bersama hingga waktu berbuka tiba. Setelah itu para siswa melaksanakan salat magrib berjamaah.

Pada penutupan kegiatan, imam salat magrib dipimpin oleh Ananda Arbi dengan lantunan bacaan Al-Qur’an yang merdu, sehingga suasana pesantren Ramadan ditutup dengan penuh kekhusyukan.

Sementara itu, hingga akhir Ramadan nanti, program “One Day One Juz” terus berjalan. Melalui program ini, siswa yang sudah mampu membaca Al-Qur’an dimasukkan ke dalam sebuah grup khusus untuk saling memotivasi membaca satu juz setiap hari dengan dukungan orang tua di rumah.

Berdasarkan pantauan di grup tersebut, tercatat sekitar 50 siswa yang aktif mengikuti program ini.

Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, tercatat tujuh siswa telah berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an, bahkan ada yang telah menyelesaikan bacaan hingga dua kali bahkan ada yang telah  enam kali khatam selama Ramadan.

Semangat para siswa terlihat begitu tinggi. Sebagian besar dari mereka kini hanya tinggal menyelesaikan sedikit lagi bacaan untuk menuntaskan khatam Al-Qur’an.

Semangat beribadah yang ditunjukkan para siswa tersebut menjadi harapan bagi pihak sekolah agar Ramadan tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter religius dan kepedulian sosial sejak dini.(*)

×
Berita Terbaru Update