![]() |
JAILOLO, DETIKMALUT.com - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, meninjau langsung lokasi terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Halmahera Barat, Minggu (18/01/2026). Kunjungan tersebut dilakukan bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Barat, Julius Marau, sebagai bentuk kepedulian dan upaya memastikan kondisi masyarakat pascabencana.
Dalam peninjauan tersebut, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto menjelaskan bahwa kehadiran Pangkogabwilhan III di wilayah terdampak bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat, baik yang berada di lokasi bencana maupun di pos-pos pengungsian. Selain itu, pihaknya juga menyerahkan bantuan kebutuhan pokok melalui posko induk.
“Kehadiran Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III di Kecamatan Ibu ini, untuk memastikan bagaimana kondisi masyarakat kita yang ada di Kecamatan Ibu yang terdampak bencana banjir dan juga longsor beberapa waktu yang lalu,” jelasnya.
Ia menambahkan, terdapat tiga kecamatan yang menjadi fokus perhatian dalam penanganan bencana tersebut. Menurutnya, koordinasi lintas pihak akan terus dilakukan agar penanganan dapat berjalan lebih optimal.
“Ada tiga kecamatan, yang kita ingin memastikan bagaimana kondisi mereka dan bagaimana penanganan bencana untuk masyarakat kita yang di sini, sehingga selanjutnya ketika memang ada hal-hal yang harus kita koordinasikan, akan segera kita koordinasikan sehingga bisa mendapatkan penanganan lebih baik,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Pangkogabwilhan III juga menyerahkan bantuan logistik berupa bahan kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, minyak goreng, dan kebutuhan lainnya. Selain bantuan pangan, dukungan layanan kesehatan bagi warga terdampak juga telah berjalan sebelumnya melalui unsur kewilayahan di Maluku Utara.
Pangkogabwilhan III turut menyampaikan pesan moril kepada masyarakat yang masih berada di pengungsian agar tetap sabar dan semangat, serta mematuhi seluruh aturan dan petunjuk petugas demi kelancaran pengelolaan pengungsian.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Barat, Julius Marau, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor.
“Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat telah memberlakukan tanggap darurat ini sampai dengan tanggal 27 Januari 2026,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, upaya pemulihan terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama Satgas TNI dan Polri, termasuk pembersihan rumah-rumah warga agar masyarakat yang terdampak dapat segera kembali ke tempat tinggalnya. Distribusi logistik ke desa-desa terdampak juga terus dilakukan secara berkelanjutan.
Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan belum dapat diperbaiki, pemerintah menyiapkan lokasi khusus agar mereka tetap dapat mengungsi dengan aman dan tetap mendapatkan pelayanan hingga kondisi dinyatakan pulih sepenuhnya.
Di posko utama, Komandan Posko yang juga Dandim 1051/Ternate menyampaikan bahwa bantuan logistik masih terus berdatangan dari berbagai instansi dan elemen masyarakat untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Halmahera Barat dan Halmahera Utara.
“Kami mendapatkan informasi bahwa bantuan masih ada, masih datang terus, sehingga ini kami berharap setelah kalau keadaan pulih, mereka bisa jadikan sebagai stok karena setelah pulih tentunya warga belum terlalu baik atau belum terlalu normal dalam aktivitas ekonomi mereka,” pungkasnya.
Dengan dukungan lintas sektor dan kepedulian berbagai pihak, pemerintah berharap pemulihan pascabencana dapat berjalan maksimal serta kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi hingga kondisi benar-benar kembali normal.(*)


