Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Satuan Tim Tugas Bencana Minimalisir Risiko Banjir dengan Membuat Talud Darurat

Kamis | Januari 15, 2026 WIB Last Updated 2026-01-15T07:47:21Z
iklan
TOBELO, DETIKMALUT.com - Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua menggelar rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kantor BPBD. Usai rapat, Piet mengatakan berdasarkan evaluasi terakhir, terdapat enam kecamatan terdampak banjir dan tanah longsor di Halmahera Utara. Dari enam kecamatan tersebut, ada satu desa yang belum dilakukan penanganan lebih lanjut, yakni Desa Doitia.

Desa Doitia yang sebelumnya tidak dapat diakses melalui laut maupun darat, pada Sabtu kemarin berhasil dijangkau oleh gabungan Satuan Tugas TNI, Polri, Kagana, serta Dinas Kesehatan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat.

“Ketika tim tugas bencana turun ke lokasi, didapati masyarakat setempat belum menempati rumah mereka dan masih berada di tenda darurat,” ujarnya.

Satuan Tugas Bencana, kata Bupati, telah meminimalisir risiko banjir dengan membersihkan sisa lumpur di rumah-rumah warga dengan ketinggian lumpur mencapai 30–50 sentimeter. Di tengah proses pembersihan lumpur tersebut, kondisi cuaca masih ekstrem hingga saat ini dengan hujan deras.

Sehingga tim membangun talud darurat menggunakan karung yang diisi pasir dan tanah sebanyak 6.000 karung untuk mengalihkan aliran air.

Selain itu, Pemda Halut tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi untuk mendatangkan Landing Craft Transport (LCT). Dua hari ke depan, LCT dijadwalkan tiba untuk menormalisasi tiga sungai, yakni Sungai Doitia, Sungai Marimoi, dan Sungai Asmiro.

Selain penanganan sungai, pihaknya juga berharap dapat menangani longsor yang terjadi di Desa Ngajam.

“Terima kasih kepada lembaga, organisasi, dan perorangan yang telah membantu menyumbangkan bantuan kepada masyarakat terdampak, serta TNI, Polri, dan seluruh elemen yang turut membantu penanganan bencana,” tandasnya.(*)
×
Berita Terbaru Update