Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemprov Malut Perkuat Penanganan Darurat Pascabencana di Halbar dan Halut

Senin | Januari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-01-12T03:05:06Z
iklan
JAILOLO, DETIKMALUT.com - Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama pemerintah kabupaten terus memperkuat penanganan darurat pascabencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 6 Januari 2026 di Kabupaten Halmahera Barat dan Kabupaten Halmahera Utara. Memasuki hari keempat, berbagai langkah pemulihan masih difokuskan pada wilayah-wilayah terdampak guna memastikan keselamatan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Penanganan bencana dilaksanakan melalui Tim Tanggap Darurat Banjir dan Tanah Longsor di masing-masing kabupaten, yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Halmahera Barat dan Halmahera Utara. Tim ini bertugas mengoordinasikan seluruh upaya darurat, mulai dari pembersihan lingkungan, distribusi bantuan, hingga penyediaan layanan pendukung bagi warga terdampak.

Di Kabupaten Halmahera Barat, aktivitas pembersihan rumah warga yang terdampak banjir masih terus dilakukan. Personel TNI AD bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk membantu membersihkan material lumpur dan sisa banjir agar rumah-rumah warga dapat segera kembali ditempati.

Komandan Kodim 1501/Ternate selaku Komandan Posko, Kolonel Inf Jani Setiadi, menyampaikan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari percepatan pemulihan kehidupan masyarakat.

“Upaya ini diharapkan dapat membantu warga untuk segera kembali menempati rumah dan menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.”

Pada hari keempat pascabencana, bantuan bagi warga terdampak juga terus berdatangan dari berbagai pihak. Sejumlah instansi, perusahaan, dan organisasi kemasyarakatan turut menyalurkan bantuan, di antaranya BPBD Provinsi Maluku Utara, Kodim 1501/Ternate, Puskesmas, serta PT ANTAM. Bantuan tersebut diterima langsung oleh BPBD Kabupaten Halmahera Barat bersama Camat Kecamatan Ibu.

Selain distribusi bantuan, dapur umum milik Kementerian Sosial direncanakan mulai beroperasi pada hari berikutnya. Mekanisme yang diterapkan adalah penyediaan makanan melalui dapur umum untuk kemudian disalurkan ke pos-pos pengungsian serta warga terdampak banjir dan tanah longsor.

Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Halmahera Utara. Melalui jalur darat, BPBD Provinsi Maluku Utara telah menyalurkan bantuan logistik yang tiba di wilayah terdampak pada hari ini. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.

Selain itu, Bupati Halmahera Utara bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melepas tim tenaga kerja dan logistik tahap kedua menuju Desa Doitia, salah satu wilayah terdampak di Halmahera Utara. Tim diberangkatkan menggunakan Kapal Pulau Kijang dan tiba di lokasi pada sore hari. Proses penurunan logistik dilakukan dengan dukungan dan partisipasi masyarakat setempat.

Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan konsumsi warga terdampak di Halmahera Utara, pembangunan dapur umum telah dikoordinasikan bersama Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementerian Sosial. Pemerintah daerah berharap dapur umum tersebut dapat segera dibangun dan difungsikan dalam waktu dekat.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, serta masyarakat, diharapkan penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana di Kabupaten Halmahera Barat dan Kabupaten Halmahera Utara dapat berjalan optimal, sehingga kondisi sosial dan aktivitas warga dapat segera kembali normal.(*)
×
Berita Terbaru Update