![]() |
JAILOLO, DETIKMALUT.com - Upaya percepatan penanganan banjir di Kabupaten Halmahera Barat mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Wakil Gubernur Sarbin Sehe mendatangi wilayah terdampak pada Selasa (13/1/2026) untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan kebutuhan warga pascabencana tertangani secara maksimal.
Bencana banjir yang melanda Kecamatan Ibu dipicu curah hujan deras sejak awal Januari. Genangan air yang terjadi pada 6 Januari lalu menyebabkan puluhan rumah warga terendam, terutama di Desa Gam Lamo, Tongute Ternate, Duono, serta sejumlah permukiman lainnya.
Kunjungan lapangan diawali dengan pengecekan logistik bencana di Posko Bantuan Desa Tongute. Sarbin Sehe memastikan ketersediaan stok penyangga mencukupi dan sistem penyaluran bantuan berjalan efektif agar tidak terjadi keterlambatan distribusi kepada warga yang membutuhkan.
Selain logistik, perhatian juga diarahkan pada pemenuhan kebutuhan pangan. Wagub meninjau dapur umum swadaya yang dikelola masyarakat di Desa Tongute Ternate, Tongute Asal, dan Gam Lamo. Ia juga mengecek kesiapan dapur umum milik Kementerian Sosial yang dipusatkan di Posko Utama Kecamatan Ibu sebagai tulang punggung penyediaan makanan selama masa darurat.
Di tengah peninjauan, Sarbin Sehe berdialog dengan warga yang masih membersihkan sisa lumpur di rumah mereka. Pada kesempatan tersebut, ia menyerahkan bantuan berupa perlengkapan makan serta dukungan pemenuhan gizi bagi kelompok rentan, termasuk susu untuk anak-anak dan ibu hamil, mengingat banyak peralatan rumah tangga warga rusak atau hanyut terbawa arus.
“Pemerintah hadir untuk memastikan keselamatan dan kesehatan warga tetap terjaga di tengah musibah ini. Kami akan terus memantau pemenuhan kebutuhan pangan dan suplemen bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita,” ujar Sarbin Sehe.
Usai meninjau lokasi terdampak, Wakil Gubernur memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di Pos Komando Desa Tongute Ternate Asal. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, khususnya dalam percepatan pembersihan lingkungan guna meminimalkan risiko penyakit pascabanjir.
Wagub menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat akan terus dilakukan hingga kondisi wilayah benar-benar pulih dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas Sosial Maluku Utara, Kepala BPBD Maluku Utara, Sekretaris Daerah Halmahera Barat, serta sejumlah pimpinan OPD terkait.(*)

