![]() |
| Gambar ilustrasi |
Kondisi ini perlu diantisipasi oleh masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, pengguna jalan, hingga nelayan yang hendak melaut. Kewaspadaan diperlukan agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan cuaca dan menghindari wilayah yang berpotensi terdampak.
Sejumlah daerah, termasuk Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Utara, Halmahera Barat, dan Halmahera Timur, perlu mencermati perkembangan informasi cuaca yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Masyarakat yang bermukim di kawasan rawan banjir dan tanah longsor juga diminta mengantisipasi dampak hujan lebat. Sementara itu, nelayan serta pengguna transportasi laut diimbau memperhatikan kondisi gelombang dan kecepatan angin sebelum memutuskan untuk melaut atau melakukan perjalanan.
BMKG mengingatkan masyarakat agar rutin memantau pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi lembaga tersebut. Kewaspadaan dan langkah antisipasi sejak dini diperlukan untuk meminimalkan risiko serta menjaga keselamatan di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Masyarakat juga diharapkan tidak mengabaikan peringatan cuaca yang dikeluarkan dan segera melakukan langkah pencegahan apabila ditemukan tanda-tanda potensi bahaya di lingkungan sekitar. Dengan demikian, risiko yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem dapat diantisipasi sedini mungkin.(Id/Red)

