Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Identifikasi Stroke dan Kelainan Pembuluh Darah, RSUD Chasan Boesoirie Lakukan Kateterisasi Otak

Sabtu | Oktober 10, 2026 WIB Last Updated 2026-10-10T14:04:04Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan saraf yang berkualitas dan komprehensif bagi masyarakat Maluku Utara. 

Pada Sabtu (10/10/2026), tim medis berhasil melaksanakan tindakan kateterisasi otak atau Digital Subtraction Angiography (DSA) cerebral untuk mengidentifikasi penyebab stroke perdarahan pada seorang pasien.

Prosedur medis ini dilakukan guna melihat dan memetakan struktur pembuluh darah otak secara mendetail, sehingga tim dokter dapat menentukan langkah pengobatan yang paling tepat dan aman bagi pasien.

Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) RSUD Chasan Boesoirie, dr. Reza M. Ammarie, Sp.N, FINA, menjelaskan bahwa pasien mengalami stroke akibat pecahnya pembuluh darah di otak. 

Kondisi ini diduga berkaitan dengan adanya kelainan hubungan antara pembuluh darah arteri dan vena, atau yang dikenal dengan istilah medis Arteriovenous Malformation (AVM).

"Pemeriksaan DSA cerebral ini membantu kami menganalisis secara langsung dan jelas struktur pembuluh darah yang bermasalah. Dari gambaran detail tersebut, kami dapat menyusun rencana terapi lanjutan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi klinis pasien baik secara intervensi endovaskular maupun base medical treatment," ujar dr. Reza.

dr. Reza menerangkan bahwa tindakan kateterisasi otak ini menerapkan teknik minimal invasif atau tanpa sayatan besar. 

Tim medis hanya membuat tusukan kecil di area paha kanan pasien, lalu mengarahkan selang kateter halus menuju pembuluh darah otak untuk mengambil gambar pemetaan pembuluh darah secara terperinci.

"Secara umum, prosedur berjalan lancar tanpa kendala. Pasien saat ini dalam kondisi stabil dan tidak mengalami penurunan fungsi saraf baru setelah tindakan. Tim medis terus melakukan pemantauan intensif selama masa perawatan, termasuk pemantauan pada area tusukan selama enam jam pascatindakan," ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, tim medis selanjutnya akan memutuskan langkah penanganan yang paling tepat, baik melalui tindakan intervensi endovaskular maupun perawatan medis khusus.

Sementara itu, Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., menyampaikan bahwa keberhasilan tindakan ini merupakan langkah nyata rumah sakit dalam meningkatkan standar layanan diagnostik dan penanganan penyakit saraf, khususnya kasus stroke yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.

"Kemampuan melakukan pemeriksaan spesifik seperti DSA ini sangat penting agar terapi yang diberikan kepada pasien benar-benar presisi,” tegas dr. Rosita.

Kami terus mengupayakan peningkatan kompetensi tenaga medis, kesiapan sarana dan prasarana, serta koordinasi tim yang solid agar masyarakat Maluku Utara mendapatkan pelayanan medis terbaik," imbuhnya.

Seraya menambahkan, melalui pengembangan layanan neurologi ini, RSUD dr. H. Chasan Boesoirie berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan diagnostik dan penanganan stroke yang terarah, aman, dan berorientasi pada kesembuhan pasien. (Id/Red)
×
Berita Terbaru Update