Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

BMKG Ungkap Penyebab Kabut Asap di Ternate, Warga Diimbau Waspadai Gangguan Pernapasan

Senin | Oktober 12, 2026 WIB Last Updated 2026-10-12T05:40:40Z
iklan
Gambar Ilustrasi
TERNATE, DETIKMALUT.com - Kabut asap yang menyelimuti Kota Ternate, Maluku Utara, dalam beberapa hari terakhir mulai mengganggu aktivitas transportasi. Menurunnya jarak pandang, terutama pada pagi hari, berdampak terhadap penerbangan dan berpotensi memengaruhi kelancaran transportasi laut.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate, Fahmi Bachdar, menduga kabut asap tersebut berasal dari kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah, meliputi Halmahera Timur, Halmahera Tengah, sebagian Halmahera Utara, hingga Papua bagian selatan.

“Dalam beberapa hari terakhir, fenomena seperti ini sudah terpantau. Pada pagi hari, kabut cukup tebal sehingga mengurangi jarak pandang dan menyebabkan terganggunya aktivitas penerbangan,” ujar Fahmi (12/10/2026).

Ia menjelaskan, asap dari kebakaran tersebut terbawa angin dari arah timur hingga tenggara dan menyebar ke sejumlah wilayah di Maluku Utara, termasuk Ternate dan sekitarnya.

Berdasarkan pemantauan data satelit, potensi sebaran asap masih terdeteksi di sejumlah wilayah, seperti Halmahera, Ternate, dan Tidore. Kondisi tersebut juga terlihat dalam citra sebaran asap BMKG pada 12 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB.

Fahmi mengatakan, lamanya fenomena kabut asap bergantung pada kondisi cuaca, khususnya pola dan arah angin, serta perkembangan kebakaran di wilayah sumber asap.

“Untuk berapa lama kondisi ini berlangsung, sangat bergantung pada pola angin yang bertiup di wilayah kita dan perkembangan kebakaran yang terjadi saat ini,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama bagi kesehatan saluran pernapasan. Warga yang beraktivitas di luar ruangan juga diimbau menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.

“Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas agar menggunakan masker, karena fenomena yang terjadi saat ini dapat mengganggu kesehatan tubuh, terutama pada saluran pernapasan,” tutupnya.

BMKG terus memantau perkembangan sebaran asap yang berpotensi memengaruhi wilayah Maluku Utara. Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap perubahan jarak pandang, sementara perkembangan kondisi angin dan kebakaran di wilayah sumber asap menjadi faktor penting dalam menentukan berapa lama fenomena tersebut akan berlangsung.(Id/Red)
×
Berita Terbaru Update