Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen NHM, Penanggung Jawab Operasional (PJO) perusahaan mitra, serta tujuh Inspektur Tambang dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM di bawah koordinasi Adhadi Julianto.
Selama pelaksanaan Binwas Terpadu, para Inspektur Tambang memulai kegiatan dengan pembinaan dan wawancara bersama para manajer dan Penanggung Jawab Operasional (PJO). Selanjutnya, tim Inspektur melakukan peninjauan langsung ke berbagai area operasional di Tambang Emas Gosowong dan mengevaluasi implementasi lima aspek kaidah-kaidah penambangan yang baik (Good Mining Practices/GMP), yaitu aspek teknik pertambangan, konservasi, pengelolaan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta standardisasi usaha jasa.
Koordinator Inspektur Tambang, Adhadi Julianto, menyampaikan bahwa secara umum operasional NHM telah memenuhi kaidah pertambangan yang baik. Menurutnya, hal tersebut salah satunya tercermin dari capaian nihil kecelakaan kerja fatal (Zero Fatality) selama tiga tahun terakhir di NHM. Meski demikian, masih terdapat beberapa aspek administrasi di lapangan yang dapat terus ditingkatkan.
Dikatakannya, pelaksanaan Binwas secara konsisten selama tiga tahun terakhir telah memberikan banyak masukan bagi peningkatan kualitas operasional perusahaan. "Selama tiga tahun terakhir Gosowong secara konsisten melaksanakan Binwas Terpadu. Dari proses tersebut kami memperoleh banyak masukan dan peluang pengembangan operasional untuk terus meningkatkan kinerja menuju Beyond Compliance," kata Rado.
Ia menambahkan, berbagai upaya peningkatan kinerja operasional tersebut terus mendapat dukungan dari Badan Direksi NHM sehingga perusahaan dapat terus memperkuat penerapan kaidah pertambangan yang baik, meningkatkan aspek keselamatan kerja, serta mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. (yan/Red)
