Program tersebut mengusung model pemberdayaan remaja berbasis pendidik sebaya (peer educator) yang dipadukan dengan edukasi tatap muka dan media digital berbasis website. Pendekatan ini dirancang agar informasi mengenai HIV dapat diterima remaja dengan cara yang lebih partisipatif, mudah dipahami, serta relevan dengan kehidupan sehari-hari.
KITA SEBAYA merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 24 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai ketua (host), bersama Universitas Sriwijaya (Unsri) dan Universitas Diponegoro (Undip) sebagai mitra pelaksana.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di tiga kota sebagai bagian dari kolaborasi perguruan tinggi dalam memperkuat upaya promotif dan preventif HIV, khususnya pada kelompok remaja.
Di Pulau Hiri, program dilaksanakan oleh Tim Universitas Hasanuddin yang diketuai Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, S.KM., M.Kes., M.Sc.PH, bersama Dr. Wahiduddin, S.KM., M.Kes., dosen Departemen Epidemiologi; Dr. Shanty Riskiyani, S.KM., M.Kes., dosen Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku; serta Tutik Lestari, mahasiswa Program Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Sebagai tahap awal, sebanyak 15 siswa SMA Mafakati Pulau Hiri mengikuti pelatihan pendidik sebaya dengan metode role play atau bermain peran.
Melalui simulasi berbagai situasi yang kerap dihadapi remaja, para peserta dilatih untuk berkomunikasi secara efektif, mengambil keputusan yang sehat, menghadapi tekanan teman sebaya, sekaligus menyampaikan informasi mengenai HIV secara tepat tanpa stigma dan diskriminasi.
Setelah pelatihan, para pendidik sebaya akan menjalankan perannya dengan mendampingi 40 siswa selama enam minggu melalui kelompok-kelompok kecil. Pendampingan dilakukan melalui diskusi, edukasi, simulasi, dan praktik yang mendorong keterlibatan aktif peserta.
Website KITA SEBAYA digunakan sebagai media pendukung pembelajaran sekaligus sarana evaluasi formatif untuk memantau perkembangan pemahaman peserta pada setiap sesi pendampingan.
Pelaksanaan program ini mendapat dukungan dari Kepala SMA Mafakati Pulau Hiri beserta jajaran guru, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Ternate, serta Puskesmas Hiri.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor antara institusi pendidikan, layanan kesehatan, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memperkuat edukasi serta pemberdayaan remaja.
Pemilihan Pulau Hiri sebagai salah satu lokasi program juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses edukasi kesehatan bagi remaja di wilayah kepulauan. Melalui pendekatan teman sebaya dan pemanfaatan teknologi digital, informasi mengenai HIV diharapkan dapat disampaikan secara lebih dekat dan sesuai dengan karakteristik remaja.
Mengusung semangat “Kolaborasi, Inovasi, dan Aksi Sebaya”, Program KITA SEBAYA diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan remaja mengenai HIV, tetapi juga membangun kepercayaan diri mereka dalam mengambil keputusan yang sehat serta mendorong lahirnya agen perubahan di lingkungan teman sebaya.
Model pemberdayaan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai wilayah sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung upaya pencapaian target eliminasi HIV/AIDS tahun 2030.(Id/Red)
TERNATE, DETIKMALUT.com - Upaya memperkuat edukasi dan pencegahan HIV di kalangan remaja terus dikembangkan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan dunia anak muda. Salah satunya melalui Program KITA SEBAYA yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di SMA Mafakati, Pulau Hiri.
Program tersebut mengusung model pemberdayaan remaja berbasis pendidik sebaya (peer educator) yang dipadukan dengan edukasi tatap muka dan media digital berbasis website. Pendekatan ini dirancang agar informasi mengenai HIV dapat diterima remaja dengan cara yang lebih partisipatif, mudah dipahami, serta relevan dengan kehidupan sehari-hari.
KITA SEBAYA merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 24 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai ketua (host), bersama Universitas Sriwijaya (Unsri) dan Universitas Diponegoro (Undip) sebagai mitra pelaksana.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di tiga kota sebagai bagian dari kolaborasi perguruan tinggi dalam memperkuat upaya promotif dan preventif HIV, khususnya pada kelompok remaja.
Di Pulau Hiri, program dilaksanakan oleh Tim Universitas Hasanuddin yang diketuai Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, S.KM., M.Kes., M.Sc.PH, bersama Dr. Wahiduddin, S.KM., M.Kes., dosen Departemen Epidemiologi; Dr. Shanty Riskiyani, S.KM., M.Kes., dosen Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku; serta Tutik Lestari, mahasiswa Program Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Sebagai tahap awal, sebanyak 15 siswa SMA Mafakati Pulau Hiri mengikuti pelatihan pendidik sebaya dengan metode role play atau bermain peran.
Melalui simulasi berbagai situasi yang kerap dihadapi remaja, para peserta dilatih untuk berkomunikasi secara efektif, mengambil keputusan yang sehat, menghadapi tekanan teman sebaya, sekaligus menyampaikan informasi mengenai HIV secara tepat tanpa stigma dan diskriminasi.
Setelah pelatihan, para pendidik sebaya akan menjalankan perannya dengan mendampingi 40 siswa selama enam minggu melalui kelompok-kelompok kecil. Pendampingan dilakukan melalui diskusi, edukasi, simulasi, dan praktik yang mendorong keterlibatan aktif peserta.
Website KITA SEBAYA digunakan sebagai media pendukung pembelajaran sekaligus sarana evaluasi formatif untuk memantau perkembangan pemahaman peserta pada setiap sesi pendampingan.
Pelaksanaan program ini mendapat dukungan dari Kepala SMA Mafakati Pulau Hiri beserta jajaran guru, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Ternate, serta Puskesmas Hiri.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor antara institusi pendidikan, layanan kesehatan, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memperkuat edukasi serta pemberdayaan remaja.
Pemilihan Pulau Hiri sebagai salah satu lokasi program juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses edukasi kesehatan bagi remaja di wilayah kepulauan. Melalui pendekatan teman sebaya dan pemanfaatan teknologi digital, informasi mengenai HIV diharapkan dapat disampaikan secara lebih dekat dan sesuai dengan karakteristik remaja.
Mengusung semangat “Kolaborasi, Inovasi, dan Aksi Sebaya”, Program KITA SEBAYA diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan remaja mengenai HIV, tetapi juga membangun kepercayaan diri mereka dalam mengambil keputusan yang sehat serta mendorong lahirnya agen perubahan di lingkungan teman sebaya.
Model pemberdayaan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai wilayah sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung upaya pencapaian target eliminasi HIV/AIDS tahun 2030.(Id/Red)
