Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Halut Terima Aspirasi Front Petani Kelapa, Pemda Siap Evaluasi Tata Niaga dan Harga

Senin | Agustus 03, 2026 WIB Last Updated 2026-08-03T12:55:07Z
iklan
TOBELO, DETIKMALUT.com - Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) bersama Front Petani Kelapa melakukan audiensi di Ruang Fredi Tjandua, Kantor Bupati. Audiensi tersebut untuk mencari titik temu terkait persoalan harga kelapa yang saat ini turun, jalan tani, serta harga komoditas lainnya.

Audiensi yang berlangsung di Kantor Bupati dipimpin Bupati Piet Hein Babua dan dihadiri Kepala Dinas Perindag Nyoter Koenoe, Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, Manajer HRD PT NICO Rita Susetio, jajaran Pemda, pihak perusahaan, dan perwakilan petani.

Dalam pertemuan itu, para petani menyampaikan harga kelapa yang sebelumnya berkisar Rp2.500-Rp2.800 per butir turun menjadi Rp1.700 per butir. Selain harga, akses jalan tani yang rusak dan tata niaga yang belum berpihak menjadi beban berat bagi mereka.

Terkait keluhan tersebut, Bupati Piet menyatakan pemerintah membuka selebar-lebarnya ruang bagi investor atau pembeli kelapa baru yang ingin masuk ke daerah tersebut.

“Semua akan kami layani, asalkan terdaftar resmi. Tujuannya menciptakan persaingan sehat, agar petani punya lebih banyak pilihan menjual hasil panen,” ujarnya.

Dengan begitu, Pemda berencana segera mengevaluasi rantai distribusi dan mekanisme pembentukan harga yang selama ini berjalan.

“Kita akan panggil para pengumpul untuk duduk bersama. Kita lihat di mana selisihnya, agar solusi yang diambil adil bagi semua pihak,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan PT NICO, Rita Susetio, menjelaskan harga pembelian perusahaan mengikuti dinamika pasar nasional dan internasional.

“Kami tidak bisa menetapkan harga sepihak. Kami berharap petani diuntungkan, namun perusahaan juga harus berkelanjutan. Selama ini kami juga sudah membantu pengangkutan hasil panen di beberapa wilayah,” ungkapnya.

Pihaknya mengungkapkan akan menindaklanjuti hasil dialog, kemudian mendata calon pembeli baru, memfasilitasi rapat seluruh pelaku rantai pasok, serta memperhatikan perbaikan jalan produksi.

"Langkah ini diharapkan mengangkat harga kelapa kembali layak, memperkuat posisi tawar petani, dan menjaga sektor kelapa sebagai tumpuan ekonomi daerah," tandasnya mengakhiri. (Yan/Red)
×
Berita Terbaru Update