Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Pesta Miras Berakhir Tragis, Seorang Nelayan Tewas Ditusuk di Taliabu

Jumat | Juli 31, 2026 WIB Last Updated 2026-07-31T06:34:11Z
iklan
BOBONG, DETIKMALUT.com - Perkelahian yang diduga dipicu pengaruh minuman keras merenggut nyawa seorang nelayan di Kabupaten Pulau Taliabu. Korban bernama La Panga (63), warga Desa London, Kecamatan Taliabu Utara, meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di bagian dada akibat insiden yang terjadi pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 23.30 WIT.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga ditikam menggunakan senjata tajam jenis pisau oleh seorang pria berinisial ABD (60), yang juga merupakan warga Desa London.

Sebelum kejadian, korban dan pelaku diketahui sempat mengonsumsi minuman keras tradisional jenis saguer atau tuak. Setelah itu, korban mengajak pelaku menghadiri acara adat tarian Cakalele di Desa Dege. Namun, ajakan tersebut ditolak pelaku dengan alasan waktu sudah larut malam dan dirinya ingin beristirahat.

Penolakan tersebut memicu adu mulut yang kemudian berkembang menjadi perkelahian. Di tengah pertikaian, pelaku diduga mengeluarkan sebilah pisau yang diselipkan di pinggang, lalu menusukkannya ke arah korban hingga mengenai dada sebelah kiri.

Keributan tersebut kemudian diketahui warga sekitar. Salah seorang warga segera memanggil anak pelaku, Arno Abdul, untuk melerai perkelahian. Setelah keduanya berhasil dipisahkan, pelaku dibawa ke rumah anaknya, sedangkan korban yang mengalami luka tusuk dievakuasi warga menuju rumah keluarganya di Desa London.

Namun, sesampainya di rumah, kondisi korban semakin memburuk. Korban mengalami sesak napas sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Menerima laporan kejadian tersebut, personel Polsek Persiapan Gela langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara sekaligus mengamankan terduga pelaku. Selanjutnya, pelaku dibawa ke Polres Pulau Taliabu guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

"Kepolisian juga melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keluarga korban untuk mencegah terjadinya aksi balas dendam," ujar Kapolsek Imran Husaleka, Jumat (31/7/2026).

Ia menyatakan, pihak keluarga korban telah menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada Polres Pulau Taliabu dan berharap pelaku diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Sementara itu, jenazah korban rencananya dimakamkan hari ini di Desa Jorjoga. Polisi juga masih melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut," katanya.

Hingga kini, kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan para saksi dan barang bukti untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa. Aparat juga mengimbau masyarakat tetap menjaga situasi kamtibmas serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu konflik lanjutan.(Id/Red)
×
Berita Terbaru Update