![]() |
Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pengertian bullying, jenis-jenis perundungan, dampak negatif yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menghadapinya. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKSD menjelaskan berbagai bentuk bullying, mulai dari bullying verbal, fisik, sosial, hingga cyberbullying. Para siswa juga diajak untuk memahami pentingnya sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan membangun empati terhadap sesama teman.
Ketua Kelompok KKSD, Asriyan Sabri, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap perkembangan karakter anak sejak usia dini.
"Kami berharap melalui sosialisasi ini, siswa dapat memahami bahwa bullying bukanlah tindakan yang dapat dibenarkan. Setiap anak berhak merasa aman dan nyaman saat berada di lingkungan sekolah. Semoga materi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi mereka untuk saling menghargai dan membangun hubungan yang baik dengan sesama teman," ujarnya.
Sementara itu, narasumber kegiatan, Lidya Fernalin Tatontos, menjelaskan bahwa tujuan utama sosialisasi ini adalah menanamkan kesadaran kepada siswa agar berani menolak tindakan bullying dan tidak menjadi pelaku maupun korban yang memilih diam.
"Kami ingin menumbuhkan keberanian pada siswa untuk saling menjaga, saling menghormati, serta berani melaporkan jika melihat atau mengalami tindakan perundungan. Dengan demikian, lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang lebih aman dan menyenangkan bagi semua anak," jelasnya.
![]() |
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman terkait perilaku perundungan yang pernah mereka lihat maupun alami di lingkungan sekolah. Pendekatan tersebut dilakukan agar siswa lebih memahami dampak bullying sekaligus mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi situasi tersebut.
Pihak SD Negeri Talasi memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Salah satu perwakilan guru menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan upaya pembentukan karakter peserta didik dan diharapkan dapat memperkuat budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKSD berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan di Desa Talasi, khususnya dalam membentuk karakter siswa yang peduli, ramah, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKSD, pihak sekolah, dan para siswa sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan atas terlaksananya sosialisasi tersebut.(Red)


