Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Bekali Mahasiswa KKSD, Rektor UMMU Tekankan Penguatan Karakter dan Kepedulian Sosial

Sabtu | Mei 16, 2026 WIB Last Updated 2026-05-16T14:47:43Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) kembali memperkuat komitmennya dalam membangun karakter, kepedulian sosial, dan kapasitas mahasiswa melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Sosial dan Dakwah (KKSD) Angkatan XXXVII Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026. Sebagai bagian dari persiapan, kegiatan pembekalan peserta KKSD berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Mei 2026, sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi pengabdian. Program ini dipandang bukan sekadar agenda akademik, tetapi juga sarana pembentukan mental dan pengalaman hidup mahasiswa di tengah masyarakat.

Pembekalan KKSD secara resmi dibuka oleh Rektor UMMU, Ranita Rope, Kamis (14/5/2026), di Lantai 3 Gedung Rektorat UMMU. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMU Makbul Ah Din, Wakil Rektor I Abdul Halil Hi Ibrahim, Wakil Rektor III Abubakar M. Nur, Ketua Lembaga Riset, Pengabdian, Publikasi dan HAKI (LRP2H) Hamida Rahman, Kepala Divisi Penelitian Rahmat Abd Fatah, serta Kepala Divisi Pengabdian Suryadi M. Ali.

Dalam laporan kepanitiaannya, Ketua Panitia KKSD yang juga Kepala Divisi Pengabdian UMMU, Suryadi M. Ali, menyampaikan bahwa sebanyak 257 mahasiswa akan mengikuti program pengabdian selama 40 hari. Dari jumlah tersebut, 133 mahasiswa akan ditempatkan di wilayah Oba, meliputi Desa Talasi, Desa Todapa, Desa Tului, Desa Bale, Desa Woda, dan Desa Akedotilow. Sementara 124 mahasiswa lainnya akan melaksanakan pengabdian di wilayah Kota Ternate.

Usai laporan kepanitiaan, Rektor UMMU Ranita Rope dalam arahannya menegaskan bahwa KKSD tidak boleh dipahami hanya sebagai kewajiban akademik untuk memenuhi tuntutan perkuliahan. Menurutnya, program tersebut merupakan ruang belajar nyata untuk membangun kedewasaan sosial, mentalitas yang tangguh, serta kemampuan mahasiswa dalam menghadapi dinamika kehidupan di tengah masyarakat.

Ranita Rope menilai tantangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses kehidupan. Karena itu, mahasiswa dituntut memiliki kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi, bukan justru terjebak pada keluhan maupun sikap saling menyalahkan.

“Proses apapun itu selalu ada kendala. Bukan menyalahkan, bukan keluhan, namun menjalaninya. Karena itu dibutuhkan kemampuan beradaptasi,” tegas Rektor UMMU.

Ia berharap mahasiswa yang mengikuti KKSD tidak hanya kembali dalam keadaan sehat, tetapi juga memperoleh pengalaman baru yang mampu mengubah cara pandang serta membentuk kedewasaan diri.

“Saya berharap anda pergi dan pulang sehat, namun berubah karena tambahnya pengalaman,” ujar Ranita Rope.

Lebih lanjut, Prof. Ranita menjelaskan bahwa KKSD merupakan implementasi langsung dari proses pendidikan yang selama ini dijalani mahasiswa di bangku kuliah. Baginya, ilmu pengetahuan akan lebih bermakna ketika dapat diterapkan secara nyata dan dihadapkan langsung dengan persoalan sosial di tengah masyarakat.

Ia juga mengibaratkan proses pendidikan sebagai tahapan kehidupan yang terus meningkat. Dalam setiap fase, mahasiswa sesungguhnya sedang memasuki “level” baru yang membutuhkan kesiapan mental dan bekal yang cukup untuk menghadapi dinamika yang akan datang.

“Saya sering menggambarkan begini, kuliah itu ber-level. Kendala utama pada tahapan ini ialah ketika tidak menyadari bahwa anda sedang menaiki level. Maka dia tidak mempersiapkan bekal untuk menghadapi dinamika yang akan terjadi,” ungkap Prof. Ranita Rope.

Menurutnya, setiap proses akan selalu meninggalkan dampak terhadap perkembangan diri seseorang. Besar kecilnya perubahan yang terjadi sangat ditentukan oleh kesungguhan dalam menjalani proses tersebut.

“Semakin kuat kita membenturkan diri pada proses, semakin besar efek dari benturan itu. Proses sekecil apapun pasti berdampak, tinggal sejauh apa kesungguhan proses yang dilakukan, maka sejauh itu pula dampak yang akan diterima diri anda,” kata Rektor.

Sementara itu, Ketua BPH UMMU, Makbul Ah Din, menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan dengan capaian akademik, tetapi juga membentuk individu yang memiliki karakter kuat, daya tahan mental, dan kepedulian sosial.

Melalui KKSD, kata Makbul, mahasiswa diharapkan dapat belajar langsung dari masyarakat, memahami berbagai persoalan sosial secara nyata, sekaligus menumbuhkan empati dan tanggung jawab sebagai bagian dari identitas intelektual.

“KKSD UMMU bukan hanya aktivitas seremonial kampus, melainkan bagian dari proses pembentukan manusia yang utuh, yaitu manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam menghadapi realitas kehidupan,” tutup Makbul Ah Din.

Mengakhiri rangkaian pembukaan dan pelepasan peserta KKSD, dilakukan penyematan atribut berupa rompi dan topi KKSD secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa. Penyematan dilakukan langsung oleh Rektor UMMU, Ranita Rope, bersama Ketua BPH UMMU, Makbul Ah Din, sebagai tanda resmi pelepasan mahasiswa menuju lokasi pengabdian.

Melalui KKSD ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta pengabdian, tetapi juga pulang dengan pengalaman, kepekaan sosial, dan kemampuan adaptasi yang lebih kuat setelah berinteraksi langsung dengan masyarakat.(Red)
×
Berita Terbaru Update