Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Gubernur Sherly Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas Lewat Perluasan Program PNM

Kamis | Januari 22, 2026 WIB Last Updated 2026-01-22T02:50:29Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong penguatan sektor usaha mikro sebagai fondasi ekonomi daerah. Hal ini ditandai dengan dibukanya secara resmi agenda strategis bertajuk “Akselerasi UMKM Naik Kelas sebagai Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan” oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, di Dhuafa Center Ternate, Rabu (21/1).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan diikuti oleh sekitar 600 peserta, termasuk 20 pelaku UMKM lokal. Fokus utama agenda tersebut adalah peluncuran perluasan program pembiayaan PNM Mekaar yang secara khusus menyasar perempuan pelaku usaha di Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Gubernur Sherly mengungkapkan capaian pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencatatkan angka luar biasa, yakni 39 persen pada Kuartal III tahun 2025—tertinggi secara nasional. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tingginya pertumbuhan harus dibarengi dengan distribusi kesejahteraan yang merata hingga ke lapisan masyarakat bawah.

"Kunci naik kelas adalah memahami literasi keuangan. Jangan sampai modal usaha terpakai untuk biaya gaya hidup," tegas Gubernur.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para ibu pelaku UMKM di Maluku Utara yang dinilai memiliki integritas tinggi, tercermin dari catatan kredit yang baik tanpa adanya pembiayaan bermasalah.

Sementara itu, Direktur Bisnis PNM, Kindaris, menyampaikan komitmen perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan di wilayah Maluku Utara. Pada tahun 2026, PNM menargetkan penambahan kantor cabang dari satu menjadi lima cabang yang akan tersebar di Tidore, Sofifi, Weda, dan Morotai. Langkah ini diharapkan mampu menjangkau 10.000 nasabah baru dengan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp50 miliar.

"Sejak 1999, PNM fokus pada akses keuangan ultra mikro. Saat ini secara nasional kami telah melayani 12,2 juta nasabah aktif," ujarnya.

Dukungan terhadap program ini juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal. Salah satunya Mulyati Mahmud (50), pengusaha nasi kuning asal Kelurahan Moya yang telah menjalankan usahanya selama 15 tahun. Ia berharap program PNM Mekaar dapat terus berkelanjutan untuk membantu permodalan masyarakat kecil.

Sebagai puncak acara, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Gubernur Maluku Utara dan Direktur Bisnis PNM terkait pengembangan usaha ultra mikro dan mikro, sekaligus peresmian pembukaan Unit Mekaar oleh Gubernur Sherly. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penayangan video dokumentasi penyaluran PNM Mekaar sebagai gambaran nyata kontribusi PNM di lapangan.

Acara ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Maluku Utara, Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kementerian UMKM Muhammad Firdaus, Kepala OJK Malut Adi Surahmat, pimpinan perbankan dan OPD, serta jajaran pimpinan PNM, termasuk Komisaris Independen Veronica Colondam dan Komisaris Ardhiya Pratiwi Setiawati.

Melalui sinergi pemerintah daerah dan lembaga pembiayaan, diharapkan UMKM Maluku Utara tidak hanya tumbuh secara jumlah, tetapi juga mampu naik kelas dan menjadi penggerak utama ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(*)
×
Berita Terbaru Update