Iklan

Notification

×

Iklan

Iklan

Mendikdasmen Apresiasi Gubernur Sherly, Revitalisasi dan Digitalisasi Pendidikan Maluku Utara

Minggu | Desember 14, 2025 WIB Last Updated 2025-12-14T08:39:48Z
iklan
TERNATE, DETIKMALUT.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., memberikan apresiasi atas kepemimpinan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dalam mendorong keberhasilan program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran di daerah tersebut. Apresiasi ini disampaikan saat kegiatan Silaturahmi Mendikdasmen bersama Pendidik SMA/SMK/SLB se-Maluku Utara yang digelar secara hybrid dan terpusat di SMAN 4 Ternate, Jumat (13/12).

Dalam sambutannya, Mendikdasmen menyampaikan rasa senangnya melihat program revitalisasi sekolah dan pemanfaatan teknologi pembelajaran di Maluku Utara telah berjalan dengan baik. Ia berharap seluruh kebijakan dan program yang telah dilaksanakan benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pendidikan, sejalan dengan visi nasional mewujudkan pendidikan berkualitas untuk semua.

“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga transformasi keterampilan dan nilai. Ini menyangkut peradaban bangsa, kualitas kompetensi, dan kesejahteraan guru,” ujar Abdul Mu’ti. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter, penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), serta perlunya langkah konkret menghadapi tantangan rendahnya literasi global dan tingginya paparan konten digital yang tidak edukatif bagi anak.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyampaikan bahwa perhatian Pemerintah Pusat terhadap sektor pendidikan di Maluku Utara sangat besar dan belum pernah terjadi sebelumnya. Ia mengungkapkan, pada tahun 2025, Maluku Utara memperoleh alokasi anggaran revitalisasi pendidikan sebesar Rp92,035 miliar untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Rincian anggaran tersebut meliputi revitalisasi 35 SMA dengan total Rp36,45 miliar, 33 SMK dengan nilai Rp48,83 miliar—dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Halmahera Utara—serta 7 SLB dengan total anggaran Rp6,75 miliar untuk mendukung layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

“Ini adalah investasi besar bagi masa depan anak-anak Maluku Utara. Revitalisasi ini bukan hanya soal bangunan, tetapi soal tanggung jawab kita bersama menjaga kualitas dan keberlanjutan pendidikan,” tegas Gubernur Sherly.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan sejumlah langkah strategis daerah dalam mendukung digitalisasi pendidikan, di antaranya penanganan sekitar 80 titik sekolah yang belum memiliki akses jaringan komunikasi serta dukungan pembiayaan melalui APBD bagi sekolah-sekolah di wilayah kepulauan. Ia juga menegaskan bahwa di Maluku Utara tidak ada pungutan uang sekolah maupun uang komite, sehingga pendidikan dapat diakses secara gratis dan inklusif.

Selain pembangunan sarana dan digitalisasi, Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus berupaya meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru. Pada tahun 2026, direncanakan adanya peningkatan dukungan bagi guru honorer, pemberian beasiswa, serta penguatan kapasitas melalui uji kompetensi dan penilaian berkelanjutan. Saat ini, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan Maluku Utara masih berada di angka 46 dan membutuhkan kerja kolaboratif untuk ditingkatkan.(*)

Menatap tahun 2026, perhatian Pemerintah Pusat diproyeksikan semakin besar dengan peningkatan usulan revitalisasi satuan pendidikan dari 226 unit pada 2025 menjadi 785 unit, mencakup SD, SMP, PAUD, hingga PKBM. Bahkan, implementasi SMA Terbuka direncanakan mulai 2026 sebagai solusi perluasan akses pendidikan di wilayah kepulauan. Gubernur Sherly pun mengajak seluruh pendidik menjawab kepercayaan ini dengan komitmen, integritas, dan inovasi agar tidak ada satu pun sekolah di Maluku Utara yang tertinggal.(*)

×
Berita Terbaru Update