![]() |
| Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua. (Foto : Istimewa) |
TOBELO, DETIKMALUT.Com - Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, mendorong percepatan hilirisasi kelapa dan pala sebagai strategi meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Hal tersebut disampaikan Piet dalam diskusi panel akademik bertema “ Potensi Lokal Menuju Ekonomi Berkelanjutan: Mempercepat Hilirisasi Kelapa dan Pala di Halmahera Utara”, dalam rangka Dies Natalis Universitas Hein Namotemo (UNHENA) ke 11 yang akan diperingati pada 24 November 2026.
Bupati menjelaskan perkembangan perdagangan kelapa, peluang ekspor, fluktuasi harga, serta kebijakan hilirisasi yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Halmahera Utara Nomor 2 Tahun 2025 tentang Hilirisasi Kelapa.
Menurutnya, hilirisasi diarahkan untuk mendorong tumbuhnya industri pengolahan di daerah sehingga komoditas kelapa tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah bagi perekonomian lokal.
Pihaknya juga, menyoroti kritik dan aksi demonstrasi masyarakat terkait penerapan perda tersebut, khususnya mengenai tata niaga dan fluktuasi harga kelapa. Karena itu, diperlukan koordinasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk mencari solusi yang mengakomodasi kepentingan semua pihak.
Diskusi akademik ini diharapkan menghasilkan gagasan dan rekomendasi konkret untuk mengoptimalkan potensi kelapa dan pala, memperkuat industri pengolahan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Halmahera Utara yang berkelanjutan, (Yan/Red).

