![]() |
TERNATE, DETIKMALUT.com - Upaya menekan angka stunting di Kota Ternate terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya dengan melibatkan perguruan tinggi dalam memberikan edukasi, pendampingan, hingga pengembangan program berbasis ilmu pengetahuan.
Komitmen tersebut diperkuat Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ternate melalui sosialisasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Selasa (16/9/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun pemahaman sekaligus mendorong keterlibatan kampus dalam mendukung percepatan penurunan dan pencegahan stunting di Kota Ternate.
Sosialisasi dihadiri jajaran pimpinan UMMU, di antaranya Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, Wakil Rektor IV, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Ketua Program Studi Gizi, Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat, serta dosen dan civitas akademika UMMU.
Dari DPPKB Kota Ternate, hadir Kepala DPPKB Kota Ternate Rajman, SKM., M.Kes., Kepala Bidang Pengendalian Penduduk (PP), Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk), serta jajaran Balai Penyuluh KB Wilayah Ternate Selatan.
Dalam pemaparannya, Rajman menjelaskan bahwa GENTING merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Program ini diarahkan untuk membangun semangat gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak sebagai orang tua asuh bagi keluarga yang memiliki baduta (bawah dua tahun) berisiko stunting.
Ia menegaskan, persoalan stunting tidak cukup ditangani pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk perguruan tinggi yang memiliki peran dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
UMMU menyambut positif inisiatif tersebut. Pihak kampus menyatakan kesiapan untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, mulai dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan hingga jejaring kemitraan, guna mendukung pelaksanaan Program GENTING di Kota Ternate.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UMMU, Dr. Abdurrahman Kader, M.Si., mengatakan kampus memiliki tanggung jawab moral sekaligus akademik dalam ikut mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, isu stunting dinilai menjadi bagian penting dari perhatian bersama karena berkaitan dengan kualitas generasi yang akan datang.
“Kami merespons positif program GENTING dan siap melanjutkan kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik bersama DPPKB Kota Ternate. Potensi dosen dan mahasiswa akan diarahkan melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung percepatan penurunan stunting,” ungkapnya.
Menurutnya, kontribusi perguruan tinggi juga dapat diperkuat melalui pendekatan berbasis evidence atau bukti ilmiah. Keterlibatan Program Studi Kesehatan Masyarakat dan Gizi diharapkan mampu memperkuat edukasi mengenai gizi, pendampingan keluarga berisiko stunting, penelitian intervensi spesifik dan sensitif, serta menghasilkan inovasi yang sesuai dengan kearifan lokal dan kondisi masyarakat Ternate.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam praktiknya, mahasiswa dapat mengambil peran dalam pemberdayaan keluarga, surveilans kesehatan masyarakat, edukasi gizi, hingga pendampingan baduta dan ibu hamil melalui pembelajaran yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Sosialisasi berlangsung secara interaktif. Sejumlah masukan disampaikan civitas akademika UMMU terkait bagaimana memperkuat kontribusi kampus dalam pembangunan bidang kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang semakin kuat antara DPPKB Kota Ternate dan UMMU dalam mendukung upaya penurunan stunting.
Melalui kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan, program GENTING diharapkan dapat berjalan lebih optimal dengan memadukan pendekatan ilmiah, pemberdayaan keluarga, peran perguruan tinggi, dan semangat gotong royong untuk mewujudkan generasi Kota Ternate yang sehat, cerdas, berkualitas, dan bebas stunting. (Id/Red)

