![]() |
TOBELO, DETIKMALUT.com - Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Halmahera Utara (Halut) menggelar bincang bugar untuk mengembangkan olahraga masyarakat dan melestarikan permainan tradisional yang mulai tergerus perkembangan zaman.
Tiga pembicara itu, Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, Ketua KORMI Provinsi, Saifudin Djuba, dan Ketua KORMI Halut, Hernefer Tjandua.
Wakil Bupati Halut mengatakan, olahraga tradisional yang berkembang di masyarakat bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan juga berperan dalam membentuk karakter, sikap, dan pandangan hidup generasi muda.
Menurutnya, permainan tradisional yang dahulu dimainkan anak-anak dapat menjadi sarana untuk memperkuat sumber daya manusia sekaligus menjaga identitas dan kebudayaan daerah.
“Tradisi olahraga yang berkembang di masyarakat dan hampir punah harus kita hidupkan kembali. Permainan tradisional sesungguhnya mampu membentuk karakter, sikap, dan pandangan hidup anak-anak,” katanya Jumat (25/9/2026).
Ia berharap KORMI dapat menyelaraskan berbagai kegiatan olahraga masyarakat dengan program pembangunan daerah. Dengan demikian, olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga kesehatan, rekreasi, kebudayaan, dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua KORMI Provinsi Maluku Utara, Saifudin Djuba mengungkapkan KORMI memiliki tiga fokus utama, yakni membangun keluarga sehat, menjaga identitas budaya melalui olahraga tradisional, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“KORMI hadir di tengah masyarakat untuk menanamkan sejak usia dini bahwa hidup sehat itu penting. Selain itu, olahraga tradisional merupakan bagian dari identitas budaya yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.
KORMI Halut telah menyiapkan sejumlah program, mulai dari konsolidasi organisasi hingga kegiatan olahraga rekreatif dan tradisional. Salah satunya ialah pencanangan Car Free Day sebagai ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, bersepeda, dan berekreasi, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha.
Selain itu, Ketua KORMI Halut Hernefer Tjandua mengungkapkan pihaknya akan mengembangkan berbagai permainan tradisional, seperti hadang, boy-boy, dan tarik tambang, melalui kegiatan antarorganisasi perangkat daerah (OPD) serta masyarakat.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kekompakan, menjaga kebugaran tubuh dan pikiran, serta mendorong generasi muda mengisi waktu dengan aktivitas positif.
Hernefer menegaskan bahwa olahraga masyarakat tidak mengenal batas usia. Berbagai kegiatan akan dikembangkan untuk anak-anak hingga lanjut usia, termasuk kegiatan rekreatif dan olahraga luar ruang.
“Orang tua pun dapat menjadi contoh bagi generasi muda. Semangat mereka harus menjadi motivasi bahwa olahraga dapat dilakukan siapa saja dan tidak mengenal batas usia,” pungkasnya mengakhiri. (Yan/Red)

