![]() |
Permintaan itu disampaikan Sherly saat membuka Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Pelabuhan Perikanan Bastiong, Ternate, Rabu (5/8/2026).
Dalam sambutannya, Sherly mengungkapkan bahwa Maluku Utara kehilangan sebagian besar kuota program cetak sawah baru setelah dilakukan verifikasi lapangan oleh tim Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dari usulan awal seluas 10.000 hektare, hanya sekitar 2.500 hektare yang dinyatakan memenuhi syarat sehingga daerah kehilangan peluang pengembangan lahan sawah seluas 7.500 hektare.
“Artinya kita kehilangan kuota 7.500 hektare akibat data lahan. Saya minta bupati/wali kota berkoordinasi dengan desa masing-masing untuk memverifikasi ulang. Masih ada waktu satu bulan ke depan untuk perbaikan data,” tegasnya.
Persoalan serupa juga terjadi pada Program Kampung Nelayan Merah Putih. Dari total usulan 37 lokasi hingga tahun 2030, hanya 12 titik yang dinyatakan lolos proses verifikasi.
Sherly menegaskan bahwa seluruh usulan program harus didukung data yang valid dan memenuhi persyaratan teknis agar tidak kembali kehilangan kesempatan memperoleh bantuan dari pemerintah pusat.
“Pesan saya, lahan yang diusulkan jangan asal. Harus diverifikasi ukurannya (size), persyaratan teknisnya. Untuk Kampung Nelayan dan sawah tidak butuh sertifikat, cukup surat keterangan desa. Namun, kalau di lapangan tidak sesuai, kuota kita yang hilang. Sangat disayangkan,” lanjutnya.
Ia menambahkan, tujuan utama Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dalam mewujudkan kedaulatan, ketahanan, dan stabilitas ekonomi masyarakat desa.
“Tujuan dari Koperasi Merah Putih ini satu: mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo untuk kedaulatan, ketahanan, dan stabilitas ekonomi masyarakat desa. Mendukung ketahanan pangan dan menaikkan nilai tukar petani dan nelayan,” jelasnya.
Melalui perbaikan data dan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan pemerintah desa, diharapkan berbagai program strategis nasional dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Maluku Utara.(Id/Red)

